Melva Sari Simangunsong

Dear people, this blog is not truly and merely about me n my life only. I am a random-post-writer. So I post everything in my mind.The thing that I wrote is not all about me, n not all about you. Thanks. :)

Rabu, 27 Mei 2015

Serius, Tolong Aku!

Aku berjalan diantara kerumunan rumput yang melambai ke kiri dan kanan ditiup mesra oleh angin semilir senja kali ini. Rambutku dibelai lembut  hingga rasanya bisa kurasakan ubun-ubunku berdenyut. Senja kali ini teduh rasanya. Langit belum begitu terlukis jingga saat aku melangkah dan menyadari bahwa cuaca sore ini cukuplah bersahabat dengan perjalanan singkat kakiku.

          Seraya kulangkahkan kakiku lebih jauh menuju rumahmu sore ini untuk mengembalikan jaketmu yang kau pakaikan padaku 3 hari yang lalu karena hujan, saat itu juga benakku terisi dengan kata “serius”. Entah mengapa tiba-tiba satu kata itu cukup membuatku merasa ragu dna takut. Kata itu cukup mengingatkanku pada laki-laki yang pernah jadi masa laluku. Aha, kau sudah tau kan perkara mengapa kami berpisah? Miris. Lebih baik tak lagi kuulangi ceritaku yang nan menyedihkan itu saat nanti kutanyakan keseriusanmu untuk pertama kalinya.

Sabtu, 28 Maret 2015

90

Siang ini aku menghabiskan lunch time ku di restaurant sederhana dekat kantorku. Aku baru saja menginjak bulan ke tiga bekerja sebagai seorang jurnalis di majalah mingguan yang sedang naik daun 3 minggu belakangan ini. Aku menulis di kolom life style yang berhubungan dengan makanan sehat. Terkadang aku juga dihadiahi topik-topik fashion yang sedang in di negara lain, seperti Indonesia, negara kelahiranku. Ahaa, kau sedang memikirkan hal yang sama denganku? Ah, percayalah, aku hanya menulis karena aku sedikit tahu dan itu juga merupakan tuntutan pekerjaanku.

Soal selera makanan, hmmm, menu-menu makanan yang manis dan berlemak selalu jadi makanan favoritku. Syukurnya, Neptunus berpihak padaku, aku tidak mengalami lipatan-lipatan lemak mengerikan di perutku. Hahaha. Dan fashion? Hulala! Aku bukan typical orang yang fashionable. Hanya saja aku suka membahas gaya berpakaian orang timur dengan beberapa jurnalis fashion lain di kantor tempatku bekerja. Mereka menganggap terkadang aku datang dengan ide brliant dengan pattern eastern-wear yang kubicarakan, seperti batik, kebaya dan songket yang dipadu-padankan jadi pakaian modern teranyar di negara dengan 33 provinsi itu. Entahlah, mungkin dunia memang begitu. Saat orang timur mengatakan orang barat itu keren dengan pakaiannya yang serba simple namun sophisticated, orang barat sebaliknya berpikiran bahwa orang timur tampil dengan sentuhan kultur yang mumpuni dan cantik. Begitu katanya.

Selasa, 10 Maret 2015

10.51-11.08

Aku melihat jam di pojok kanan layar laptopku. Entah mengapa, rasanya hari ini berjalan begitu membosankan, melelahkan dan entah kenapa…menyedihkan. Ya, “menyedihkan” mungkin adalah kata yang bisa aku pilih untuk menggambarkan mood hari ini. Apa ini karena lagu yang diputar oleh sebuah stasiun radio swasta sepanjang sore tadi? Atau karena novel yang kubaca sebelum tidur siangku tadi? Atau karena cerita yang kubaca di facebook tadi? Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang selama 12 tahun hidupnya dihabiskan untuk bekerja selama 12 jam tiap harinya dengan jumlah asupan gizi yang tak seimbang. Ah, aku makin sedih… Bagaimana mungkin orang-orang bisa begitu tega? Apa mereka tidak mempunyai anak? Jika tidak, apa mereka tidak mempunyai sanak saudara? Apa mereka tidak pernah jadi anak-anak? Kau butuh asupan yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembanganmu. Mungkin,,, orang-orang harus lebih memperhatikan eksploitasi anak. Ya jelas. Bukan mungkin lagi, tapi harus! Mungkin kita bisa berbicara panjang lebar tentang hal ini saat moodku sudah kembali menjadi riang gembira seperti tadi pagi saat aku memulai hari dengan sebuah senyuman terulas di bibirku.

Senin, 12 Januari 2015

Sekarang?

Mungkin kamu pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasa. Saat kamu mendengar sebuah lagu, kamu merasa tenang, damai dan lelah. Ya, lelah. Ini lagu yang aku temukan saat aku sedang mengotak-atik sebuah website provider MP3 yang kira-kira sudah 3 minggu lalu tidak pernah kusinggahi lagi, sebelum malam kemarin. Lagu ini berjudul Tee Shirt. Kaus, ya lagu barat memang suka membicarakan hal-hal sederhana namun bisa begitu menyesakkan ya. Hahaha.
Birdy adalah penyanyinya. Mungkin kamu baru mendengarnya. Mungkin juga tidak, aku sudah tidak tau lagi sudah sejauh mana taste lagu mu. Lama rasanya sudah tidak berbicara denganmu. Baiklah, ini liriknya. Kuharap kamu suka:

Minggu, 21 Desember 2014

Cappucino dan Kamu

Sore ini aku menghabiskan hampir 1 jam me-time ku di sebuah starbucks di kota yang cukup ramai ini. Perlu kuberitahu bahwa starbucks ini adalah starbucks yang paling nyaman dan lengkap. Usianya mungkin baru 1 tahun, aku sendiri baru menjadi pelanggan tetapnya setelah 5 bulan belakangan.

Hari ini aku tak mempunyai banyak kegiatan dikarenakan beberapa kegiatan yang seharusnya kulakukan sedari tadi tiba-tiba saja dibatalkan karena beberapa alasan tertentu. Disini,  dari tempatku duduk aku bisa melihat deretan kendaran pribadi menunggu antre an untuk keluar dari palang pembatas mall.

Aku sedang duduk sendiri memandangi kesemerawutan jalanan yang mulai padat dikarenakan angkutan umum yang berhenti sekenaknya dan beberapa kendaraan yang terlalu lama menghabiskan waktu untuk segera meluncur ke jalananan dari tempatnya terparkir.

Selasa, 16 Desember 2014

Sebuah Surat di Malam Hari

Kepada kamu laki-lakiku yang beraroma manis semanis coklat.

Aha, aku tak tau bagaimana harus menjelaskan bagaimana wangi parfummu. Sebenarnya itu tak seperti coklat, aku hanya tak tau bagaimana menjelaskannya selain dengan makanan kesukaanku itu. Kau membuatku candu. Kau seperti coklat. Kau manis. Sungguh!

Kau baca baris pertama tulisanku di atas kan? Iya, itu untuk kamu. Laki-lakiku. Boleh aku panggil demikian?
Aku tau aku bukanlah kekasihmu, dan juga sebaliknya. Aku hanya suka mengalamatkan panggilan itu untuk kamu. Sekali lagi biar kutegaskan, terkhusus untuk kamu. Dan kupikir-pikir apa yang kita jalani selama 18 bulan terakhir sudah cukup memberikan image bahwa kita adalah sepasang kekasih. Untuk setiap obrolan, guyonan, percakapan serius, dan setiap pertengkaran yang tak jarang membuatku meneteskan air mata.

Minggu, 07 Desember 2014

Mungkin Rindu? Pasti!

Entah angin apa yang membawaku ke tempat dimana aku dan kamu dulu menghabiskan senja sambil membiarkan malam pelan-pelan datang menghampiri. Hmmm, mungkin rindu.

Aku pergi ke tempat kita biasa berbagi cerita sambil melepas rasa lapar dan dahaga. Aku pergi ke rumah makan yang terbilang biasa saja dan bisa dikatakan masih tegolong sederhana, tempat kita biasanya makan sambil bercanda ria. Berdua.